Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesStocksEarnInstitusiAI & Lainnya
BPS: Inflasi Tahunan September 3,28%, Dipicu Pangan dan Emas

BPS: Inflasi Tahunan September 3,28%, Dipicu Pangan dan Emas

Liputan6Liputan62026/10/01 05:24
Oleh:Liputan6
Komoditas rumah tangga yang dominan mendorong kenaikan harga. Tampak dalam foto, aktivitas pedagang dan pembeli di pasar tradisional di Palmerah. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta -
Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat tingkat inflasi tahunan (year on year/yoy) pada September 2026 berada di angka 3,28% dibandingkan September 2025. Kenaikan harga pada komoditas pangan hingga emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi tersebut.

"Secara year on year pada September 2026 terjadi inflasi sebesar 3,28% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 108,74 pada September 2025 menjadi 112,31 pada September tahun 2026," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Kamis (1/10/2026).

Jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan pada September 2026 utamanya didorong oleh tiga sektor:

  • Makanan, Minuman, dan Tembakau: Mengalami inflasi 4,37% dengan andil terhadap inflasi sebesar 1,28%. Komoditas pendorong utamanya meliputi ikan segar, daging ayam ras, cabai rawit, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), dan daging sapi.
  • Transportasi: Mengalami inflasi 4,84% dengan andil sebesar 0,58%. Kenaikan dipicu oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas/oli mesin sepeda motor, biaya servis, hingga harga mobil.
  • Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Mengalami inflasi 7,77% dengan andil sebesar 0,53%. Inflasi pada kelompok ini didominasi oleh kenaikan harga emas perhiasan.

Laju Inflasi Bulanan September 2026

Aktivitas pedagang dan pembeli di pasar tradisional. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu secara bulanan (month to month/mtm), BPS mencatat inflasi pada September 2026 sebesar 0,30%. Komoditas pangan kembali menjadi kontributor terbesar pendorong kenaikan harga.

"Pada September tahun 2026 terjadi inflasi sebesar 0,30% secara bulanan (month to month) atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen dari 111,97 pada Agustus 2026 menjadi 112,31 pada September 2026," jelas Ateng.

Dengan capaian tersebut, tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) hingga September 2026 tercatat sebesar 2,17%.

Untuk inflasi bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatatkan inflasi 0,88% dengan andil 0,26%. Kenaikan harga cabai rawit menjadi penyumbang paling dominan dengan andil 0,08%.

Pendorong inflasi bulanan lainnya meliputi cabai merah (andil 0,06%), daging ayam ras (0,05%), beras (0,03%), telur ayam ras (0,02%), serta ikan segar dan kangkung (masing-masing 0,01%).

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!